banner

Minggu, 13 Oktober 2013

EYD dan Tanda Baca








            Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya yaitu Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
·         'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
·         'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
·         'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
·         'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
·         'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
·         'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
Awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Berikut ini contoh tulisan dan koreksinya:
Sepang - Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo ngebahas soal Indonesia, yang udah beberapa kali ia datangi, dan persaingan didunia balap saat ini. Apa saja katanya!
Dalam obrolan di sirkuit Sepang, Malaysia, hari minggu (13/10/2013), Lorenzo mengaku siap menyambangi Indonesia kapan saja meski gak terkait langsung dengan balapan. Baginya datang ke Indonesia sudah seperti bertandang ke rumah teman.
"Saya terkesan banget sama keramahan orang Indonesia. Mereka juga penyuka MotoGP," tutur Lorenzo
Indonesia sendiri memang tak asing-asing amat untuk Lorenzo karena memang sudah beberapa kali menyempatkan diri datang. Terkait dengan potensi dunia balap di Indonesia, Ia pun terkesan dengan pengamatan dan pengalamannya sejauh ini.
"Banyak yang bertalenta," puji Lorenzo.
Juara dunia MotoGP dua kali itu kemudian berbicara mengenai atmosfer di kejuaraan dunia balap grand prix, dengan secara khusus memuji Marc Marquez, pebalap debutan yang tampil luar biasa musim ini.
"Banyak pebalap yang punya bakat luar biasa. Mereka juga pekerja keras. Marquez juga luar biasa," ucapnya.

Koreksi:
Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo ngebahas soal Indonesia, yang udah beberapa kali ia datangi, dan persaingan didunia balap saat ini. Apa saja katanya!
·         Pebalap seharusnya adalah pembalap.
·         Ngebahas bahasa yang lebih bakunya adalah membahas.
·         Didunia merupakan awalan di yang disatukan dengan kata benda/tempat, maka seharusnya penulisannya diikuti dengan spasi seperti berikut: di dunia.
·         Tanda baca untuk kalimat tanya seharusnya tanda tanya. Seperti berikut ini: Apa saja katanya?
hari minggu (13/10/2013), Lorenzo mengaku siap menyambangi Indonesia kapan saja meski gak terkait langsung dengan balapan.
·         minggu merupakan nama hari, penulisannya seharusnya diawali dengan huruf kapital seperti berikut: Minggu.
·         Gak merupakan kata yang tidak baku seharusnya adalah tidak.
Saya terkesan banget sama keramahan orang Indonesia. Mereka juga penyuka MotoGP.
·         Banget sebaiknya menggunakan kata seperti amat atau sangat.
·         Sama lebih baik menggunakan kata dengan.
Indonesia sendiri memang tak asing-asing amat untuk Lorenzo karena memang sudah beberapa kali menyempatkan diri datang
·         Tak asing-asing amat lebih baik lagi jika menggunakan kata pengganti tak terlalu asing.
"Banyak yang bertalenta," puji Lorenzo.
·         Penulisan tulisan dalam kurung yang benar adalah menggunakan tanda titik di akhir kalimat dan tanda koma setelah tanda petik penutup kalimat yang dikutip. Seperti berikut ini: "Banyak yang bertalenta.", puji Lorenzo.
Sumber:


Kamis, 03 Oktober 2013

Ragam Bahasa Indonesia






·         Pengertian Ragam Bahasa.
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri. Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
1.      Ragam bahasa undang-undang.
2.      Ragam bahasa jurnalistik.
3.      Ragam bahasa ilmiah.
4.      Ragam bahasa sastra.
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1.      Ragam lisan yang antara lain meliputi:
o   Ragam bahasa cakapan.
o   Ragam bahasa pidato.
o   Ragam bahasa kuliah.
o   Ragam bahasa panggung.
2.      Ragam tulis yang antara lain meliputi:
o   Ragam bahasa teknis.
o   Ragam bahasa undang-undang.
o   Ragam bahasa catatan.
o   Ragam bahasa surat.
Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
1.      Ragam bahasa resmi.
2.      Ragam bahasa akrab.
3.      Ragam bahasa santai.

·         Pentingnya Menggunakan Bahasa Yang Baik dan Benar Dalam Dunia Sistem Informasi.
Bahasa merupakan cerminan dari pribadi seseorang. Dari tata cara berbahasa seseorang kita dapat menilai kecerdasan orang tersebut. Apabila bahasa yang digunakan baik dan benar maka bagi pendengar tentunya lebih mudah dipahami. Sehingga apa yang ingin disampaikan oleh pembicara dapat tersampaikan. Dalam dunia sistem informasi tentunya erat kaitannya dengan sebuah informasi, yang mana agar tidak terjadi miss comunication (kesalahan dalam penerimaan informasi) maka alangkah baiknya digunakan bahasa yang mudah dipahami. Informasi yang disampaikan menggunakan bahasa dengan struktur yang baik dan benar tentunya akan lebih mudah dipahami daripada disampaikan dengan menggunakan struktur bahasa yang salah. Jika ragam bahasa yang digunakan tidak sesuai maka akan terjadinya pergeseran makna yang sebenernya.
Ragam bahasa juga dapat dijadikan etika dalam berbahasa, misalkan apabila kita sedang menjadi pembicara di depan orang banyak seperti pidato contohnya. Tentu akan serasa janggal ketika di depan mimbar kita menggunakan ragam bahasa yang sama dengan saat kita berbicara dengan orang di rumah. Dalam situasi tersebut sebaiknya kita menggunakan ragam bahasa yang formal dan sesuai dengan pendengar yang kita hadapi. Bagaimana caranya agar informasi yang kita ingin sampaikan dapat mudah dipahami. Jika pendengar merupakan masyarakat luas dari berbagai macam kalangan dan profesinya, maka sebaiknya kita jangan menggunakan istilah-istilah ilmiah yang biasa digunakan para ilmuwan. Karena pendengar belum tentu mengerti apa yang kita ucapkan.
Dari penjelasan diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa pentingnya menggunakan ragam bahasa yang baik dan benar dalam dunia sistem informasi adalah hal yang mutlak. Cara berbahasa dengan struktur bahasa yang benar akan menjaga kualitas informasi yang disampaikan ke pendengar. Dengan begitu dapat meminimalisir kemungkinan salah dalam penyampaian informasi. Semakin baik ragam bahasa yang digunakan maka semakin baik pula informasi tersebut tersampaikan.

Sumber:

Minggu, 29 September 2013

Pengertian dan Tipe Esai


·         Pengertian Esai.
Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Dalam jagad penulisan, esai sastra adalah salah satu bentuk karya tulis yang marak diciptakan oleh berbagai kalangan sastra. Di bawah ini pengertian esai menurut beberapa ahli:
1.      Menurut H. B. Jassin (Sang Paus Sastra).
Esai adalah uraian yang membicarakan bermacam ragam, tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam jalan pikiran. Dalam esai terlihat keinginan, sikap terhadap soal yang dibicarakan, kadang-kadang terhadap soal yang dibicarakan. Pengertian esai sebagai karangan yang sedang panjangnya, yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentuk prosa.
2.      Menurut Soetomo.
Esai adalah sebagai karangan pendek mengenai suatu masalah yang kebetulan menarik perhatian untuk diselidiki dan dibahas. Pengarang mengemukakan pendiriannya, pikirannya, cita-citanya dan sikapnya terhadap suatu persoalan yang disajikan.
3.      Menurut KBBI.
Esai adalah karya tulis atau karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan tentang sesuatu masalah dari sudut pandang pribadi penulis secara lugas dan sepintas.

·         Bagian Esai.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut. Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek. Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

·         Tipe Esai.
Ada enam tipe esai, yaitu:
1.      Esai Deskriptif.
Esai jenis ini dapat menuliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
2.      Esai Tajuk.
Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
3.      Esai Cukilan Watak.
Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
4.      Esai Pribadi.
Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan, “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
5.      Esai Reflektif.
Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
6.      Esai Kritik.
Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

·         Esai Pribadi.
Nama saya Dhimas Prajaya, lahir di Jakarta pada tanggal 28 Juli 1990. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Kami sekeluarga tinggal di Narogong, Bekasi Timur. Ayah saya merupakan seorang pegawai swasta, dan ibu saya bekerja menjadi wiraswasta. Sejak kecil saya tinggal di kota Bekasi. Menempuh pendidikan dari TK (Taman Kanak-kanak) hingga SD (Sekolah Dasar) kelas 4 di SDN Bojong Rawalumbu 6 di kota Bekasi. Kemudian saya pindah ke SDN Wates V di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kota Yogyakarta saya tinggal bersama kakek dan nenek saya. Setelah lulus SD saya masuk ke SLTP N 1 Wates, ini merupakan sekolah favorit di kota tersebut. Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di SLTA N 2 Wates. Saya lulus SLTA di tahun 2008. Saya kembali lagi ke kota Bekasi karena pada tahun pertama saya mendaftar SNMPTN untuk seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri namun tidak ada yang lolos. Saya beristirahat setahun, pada tahun kedua saya mengikuti tes masuk Ujian Mandiri di Universitas Jendral Soedirman. Namun saya tidak lolos tes juga. Kemudian di tahun ketiga setelah saya lulus saya membuka sebuah usaha toko kue di Cikarang. Setelah 6 bulan merintis usaha kue tersebut, saya akhirnya dapat memiliki karyawan kepercayaan sehingga pada tahun 2011 saya meninggalkan toko tersebut dan melanjutkan kuliah saya di Universitas Gunadarma. Saya mengambil jurusan Sistem Informasi karena saya memang tertarik pada bidang teknologi. Ketertarikan saya pada dunia komputer sudah ada sejak saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Saya merupakan tipe pribadi yang cenderung pendiam, karena saya tidak terlalu suka berbicara dengan orang yang tidak saya kenal dekat dan saya tidak suka menghabiskan waktu saya untuk hal yang kurang penting. Saya merupakan tipe orang yang keras dan memegang teguh sebuah prinsip hidup yang saya yakini. Sehingga menurut teman saya, saya orang yang terlalu serius. Saya memang selalu serius dalam melakukan apapun dalam hidup saya. Karena jika kita tidak serius, menurut saya hasilnya akan kurang maksimal. Saya merupakan tipe pekerja keras, dan saya mampu mengerjakan tugas-tugas yang orang lain anggap monoton dan membosankan. Kelemahan saya adalah kurangnya respon untuk melakukan tindakan spontan, karena apa yang saya lakukan harus saya pikirkan terlebih dahulu masak-masak. Oleh karena itu saya cenderung jarang bermain-main. Saya merupakan ahli strategi yang baik, sehingga saya seringkali memimpin teman-teman saya dalam sebuah ekspedisi, atau kegiatan lainnya. Saya juga senang bermusyawarah untuk mencapai mufakat demi kesenangan semua pihak. Saya juga tidak gampang menyerah dalam hal menggapai apa yang saya inginkan. Saya akan mengejar mimpi saya demi membahagiakan keluarga saya, dan membalas budi kepada orang-orang yang pernah menolong saya.

Sumber: