banner

Minggu, 13 Oktober 2013

EYD dan Tanda Baca








            Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya yaitu Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
·         'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
·         'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
·         'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
·         'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
·         'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
·         'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
Awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Berikut ini contoh tulisan dan koreksinya:
Sepang - Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo ngebahas soal Indonesia, yang udah beberapa kali ia datangi, dan persaingan didunia balap saat ini. Apa saja katanya!
Dalam obrolan di sirkuit Sepang, Malaysia, hari minggu (13/10/2013), Lorenzo mengaku siap menyambangi Indonesia kapan saja meski gak terkait langsung dengan balapan. Baginya datang ke Indonesia sudah seperti bertandang ke rumah teman.
"Saya terkesan banget sama keramahan orang Indonesia. Mereka juga penyuka MotoGP," tutur Lorenzo
Indonesia sendiri memang tak asing-asing amat untuk Lorenzo karena memang sudah beberapa kali menyempatkan diri datang. Terkait dengan potensi dunia balap di Indonesia, Ia pun terkesan dengan pengamatan dan pengalamannya sejauh ini.
"Banyak yang bertalenta," puji Lorenzo.
Juara dunia MotoGP dua kali itu kemudian berbicara mengenai atmosfer di kejuaraan dunia balap grand prix, dengan secara khusus memuji Marc Marquez, pebalap debutan yang tampil luar biasa musim ini.
"Banyak pebalap yang punya bakat luar biasa. Mereka juga pekerja keras. Marquez juga luar biasa," ucapnya.

Koreksi:
Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo ngebahas soal Indonesia, yang udah beberapa kali ia datangi, dan persaingan didunia balap saat ini. Apa saja katanya!
·         Pebalap seharusnya adalah pembalap.
·         Ngebahas bahasa yang lebih bakunya adalah membahas.
·         Didunia merupakan awalan di yang disatukan dengan kata benda/tempat, maka seharusnya penulisannya diikuti dengan spasi seperti berikut: di dunia.
·         Tanda baca untuk kalimat tanya seharusnya tanda tanya. Seperti berikut ini: Apa saja katanya?
hari minggu (13/10/2013), Lorenzo mengaku siap menyambangi Indonesia kapan saja meski gak terkait langsung dengan balapan.
·         minggu merupakan nama hari, penulisannya seharusnya diawali dengan huruf kapital seperti berikut: Minggu.
·         Gak merupakan kata yang tidak baku seharusnya adalah tidak.
Saya terkesan banget sama keramahan orang Indonesia. Mereka juga penyuka MotoGP.
·         Banget sebaiknya menggunakan kata seperti amat atau sangat.
·         Sama lebih baik menggunakan kata dengan.
Indonesia sendiri memang tak asing-asing amat untuk Lorenzo karena memang sudah beberapa kali menyempatkan diri datang
·         Tak asing-asing amat lebih baik lagi jika menggunakan kata pengganti tak terlalu asing.
"Banyak yang bertalenta," puji Lorenzo.
·         Penulisan tulisan dalam kurung yang benar adalah menggunakan tanda titik di akhir kalimat dan tanda koma setelah tanda petik penutup kalimat yang dikutip. Seperti berikut ini: "Banyak yang bertalenta.", puji Lorenzo.
Sumber:


Kamis, 03 Oktober 2013

Ragam Bahasa Indonesia






·         Pengertian Ragam Bahasa.
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri. Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
1.      Ragam bahasa undang-undang.
2.      Ragam bahasa jurnalistik.
3.      Ragam bahasa ilmiah.
4.      Ragam bahasa sastra.
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1.      Ragam lisan yang antara lain meliputi:
o   Ragam bahasa cakapan.
o   Ragam bahasa pidato.
o   Ragam bahasa kuliah.
o   Ragam bahasa panggung.
2.      Ragam tulis yang antara lain meliputi:
o   Ragam bahasa teknis.
o   Ragam bahasa undang-undang.
o   Ragam bahasa catatan.
o   Ragam bahasa surat.
Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
1.      Ragam bahasa resmi.
2.      Ragam bahasa akrab.
3.      Ragam bahasa santai.

·         Pentingnya Menggunakan Bahasa Yang Baik dan Benar Dalam Dunia Sistem Informasi.
Bahasa merupakan cerminan dari pribadi seseorang. Dari tata cara berbahasa seseorang kita dapat menilai kecerdasan orang tersebut. Apabila bahasa yang digunakan baik dan benar maka bagi pendengar tentunya lebih mudah dipahami. Sehingga apa yang ingin disampaikan oleh pembicara dapat tersampaikan. Dalam dunia sistem informasi tentunya erat kaitannya dengan sebuah informasi, yang mana agar tidak terjadi miss comunication (kesalahan dalam penerimaan informasi) maka alangkah baiknya digunakan bahasa yang mudah dipahami. Informasi yang disampaikan menggunakan bahasa dengan struktur yang baik dan benar tentunya akan lebih mudah dipahami daripada disampaikan dengan menggunakan struktur bahasa yang salah. Jika ragam bahasa yang digunakan tidak sesuai maka akan terjadinya pergeseran makna yang sebenernya.
Ragam bahasa juga dapat dijadikan etika dalam berbahasa, misalkan apabila kita sedang menjadi pembicara di depan orang banyak seperti pidato contohnya. Tentu akan serasa janggal ketika di depan mimbar kita menggunakan ragam bahasa yang sama dengan saat kita berbicara dengan orang di rumah. Dalam situasi tersebut sebaiknya kita menggunakan ragam bahasa yang formal dan sesuai dengan pendengar yang kita hadapi. Bagaimana caranya agar informasi yang kita ingin sampaikan dapat mudah dipahami. Jika pendengar merupakan masyarakat luas dari berbagai macam kalangan dan profesinya, maka sebaiknya kita jangan menggunakan istilah-istilah ilmiah yang biasa digunakan para ilmuwan. Karena pendengar belum tentu mengerti apa yang kita ucapkan.
Dari penjelasan diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa pentingnya menggunakan ragam bahasa yang baik dan benar dalam dunia sistem informasi adalah hal yang mutlak. Cara berbahasa dengan struktur bahasa yang benar akan menjaga kualitas informasi yang disampaikan ke pendengar. Dengan begitu dapat meminimalisir kemungkinan salah dalam penyampaian informasi. Semakin baik ragam bahasa yang digunakan maka semakin baik pula informasi tersebut tersampaikan.

Sumber:

Minggu, 29 September 2013

Pengertian dan Tipe Esai


·         Pengertian Esai.
Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Dalam jagad penulisan, esai sastra adalah salah satu bentuk karya tulis yang marak diciptakan oleh berbagai kalangan sastra. Di bawah ini pengertian esai menurut beberapa ahli:
1.      Menurut H. B. Jassin (Sang Paus Sastra).
Esai adalah uraian yang membicarakan bermacam ragam, tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam jalan pikiran. Dalam esai terlihat keinginan, sikap terhadap soal yang dibicarakan, kadang-kadang terhadap soal yang dibicarakan. Pengertian esai sebagai karangan yang sedang panjangnya, yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentuk prosa.
2.      Menurut Soetomo.
Esai adalah sebagai karangan pendek mengenai suatu masalah yang kebetulan menarik perhatian untuk diselidiki dan dibahas. Pengarang mengemukakan pendiriannya, pikirannya, cita-citanya dan sikapnya terhadap suatu persoalan yang disajikan.
3.      Menurut KBBI.
Esai adalah karya tulis atau karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan tentang sesuatu masalah dari sudut pandang pribadi penulis secara lugas dan sepintas.

·         Bagian Esai.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut. Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek. Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

·         Tipe Esai.
Ada enam tipe esai, yaitu:
1.      Esai Deskriptif.
Esai jenis ini dapat menuliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
2.      Esai Tajuk.
Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
3.      Esai Cukilan Watak.
Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
4.      Esai Pribadi.
Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan, “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
5.      Esai Reflektif.
Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
6.      Esai Kritik.
Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

·         Esai Pribadi.
Nama saya Dhimas Prajaya, lahir di Jakarta pada tanggal 28 Juli 1990. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Kami sekeluarga tinggal di Narogong, Bekasi Timur. Ayah saya merupakan seorang pegawai swasta, dan ibu saya bekerja menjadi wiraswasta. Sejak kecil saya tinggal di kota Bekasi. Menempuh pendidikan dari TK (Taman Kanak-kanak) hingga SD (Sekolah Dasar) kelas 4 di SDN Bojong Rawalumbu 6 di kota Bekasi. Kemudian saya pindah ke SDN Wates V di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kota Yogyakarta saya tinggal bersama kakek dan nenek saya. Setelah lulus SD saya masuk ke SLTP N 1 Wates, ini merupakan sekolah favorit di kota tersebut. Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di SLTA N 2 Wates. Saya lulus SLTA di tahun 2008. Saya kembali lagi ke kota Bekasi karena pada tahun pertama saya mendaftar SNMPTN untuk seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri namun tidak ada yang lolos. Saya beristirahat setahun, pada tahun kedua saya mengikuti tes masuk Ujian Mandiri di Universitas Jendral Soedirman. Namun saya tidak lolos tes juga. Kemudian di tahun ketiga setelah saya lulus saya membuka sebuah usaha toko kue di Cikarang. Setelah 6 bulan merintis usaha kue tersebut, saya akhirnya dapat memiliki karyawan kepercayaan sehingga pada tahun 2011 saya meninggalkan toko tersebut dan melanjutkan kuliah saya di Universitas Gunadarma. Saya mengambil jurusan Sistem Informasi karena saya memang tertarik pada bidang teknologi. Ketertarikan saya pada dunia komputer sudah ada sejak saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Saya merupakan tipe pribadi yang cenderung pendiam, karena saya tidak terlalu suka berbicara dengan orang yang tidak saya kenal dekat dan saya tidak suka menghabiskan waktu saya untuk hal yang kurang penting. Saya merupakan tipe orang yang keras dan memegang teguh sebuah prinsip hidup yang saya yakini. Sehingga menurut teman saya, saya orang yang terlalu serius. Saya memang selalu serius dalam melakukan apapun dalam hidup saya. Karena jika kita tidak serius, menurut saya hasilnya akan kurang maksimal. Saya merupakan tipe pekerja keras, dan saya mampu mengerjakan tugas-tugas yang orang lain anggap monoton dan membosankan. Kelemahan saya adalah kurangnya respon untuk melakukan tindakan spontan, karena apa yang saya lakukan harus saya pikirkan terlebih dahulu masak-masak. Oleh karena itu saya cenderung jarang bermain-main. Saya merupakan ahli strategi yang baik, sehingga saya seringkali memimpin teman-teman saya dalam sebuah ekspedisi, atau kegiatan lainnya. Saya juga senang bermusyawarah untuk mencapai mufakat demi kesenangan semua pihak. Saya juga tidak gampang menyerah dalam hal menggapai apa yang saya inginkan. Saya akan mengejar mimpi saya demi membahagiakan keluarga saya, dan membalas budi kepada orang-orang yang pernah menolong saya.

Sumber:

Selasa, 18 Juni 2013

Peranan Komunikasi Dalam Organisasi




Sebagai komunikator, seorang pemimpin organisasi, manajer, atau administrator harus memilih salah satu berbagai metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan situasi pada waktu komunikasi dilancarkan. Sebagai komunikator, seorang manajer harus menyesuaikan penyampaian pesannya kepada peranannya yang sedang dilakukannya. Dalam hubungan ini, Henry Mintzberg seorang profesor manajemen pada McGill University di Montreal-Kanada, menyatakan wewenang formal seorang manajer menyebabkan timbulnya tiga peranan: peranan antarpersona; peranan informasi; dan peranan memutuskan.
1)      Peranan antarpersona seorang manajer meliputi tiga hal.
1. Peranan tokoh. Kedudukan sebagai kepala suatu unit organisasi, membuat seorang manajer melakukan tugas yang bersifat keupacaraan. Karena ia merupakan seorang tokoh, maka selain memimpin berbagai upacara di kantornya, ia juga diundang oleh pihak luar untuk menghadiri berbagai upacara. Dalam peranan ini seorang manajer berkesempatan untuk memberikan penerangan, penjelasan, imbauan, ajakan, dan lain-lain.
2. Peranan pimpinan. Sebagai pemimpin, seorang manajer bertanggung jawab atas lancar-tidaknya pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Beberapa kegiatan bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaksanaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Ada juga kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan kepemimpinannya, antara lain memotivasi para karyawan agar giat bekerja. Untuk melaksanakan kepemimpinananya secara efektif, maka ia harus mampu melaksanakan komunikasi secara efektif. Dalam konteks kepemimpinan, seorang manajer berkomunikasi efektif bila ia mampu membuat para karyawan melakukan kegiatan tertentu dengan kesadaran, kegairahan, dan kegembiraan. Dengan suasana kerja seperti itu akan dapat diharapkan hasil yang memuaskan.
3. Peranan penghubung. Dalam peranan sebagai penghubung, seorang manajer melakukan komunikasi dengan orang-orang di luar jalur komando vertikal, baik secara formal maupun secara tidak formal.
2)      Peranan informasi.
Dalam organisasinya, seorang manajer berfungsi sebagai pusat informasi. Ia mengembangkan pusat informasi bagi kepentingan organisasinya. Peranan informasional meliputi peranan-peranan sebagai berikut:
1. Peranan monitor. Dalam melakukan peranannya sebagai monitor, manajer memandang lingkungan sebagai sumber informasi. Ia mengajukan berbagai pertanyaan kepada rekan-rekannya atau kepada bawahannya, dan ia menerima informasi pula dari mereka tanpa diminta berkat kontrak pribadinya yang selalu dibinanya.
2. Peranan penyebar. Dalam peranannya sebagai penyebar ia menerima dan menghimpun informasi dari luar yang penting artinya dan bermanfaat bagi organisasi, untuk kemudian disebarkan kepada bawahannya.
3. Peranan juru bicara. Peranan ini memiliki kesamaan dengan peranan penghubung, yakni dalam hal mengkomunikasikan informasi kepada khalayak luar. Perbedaannya ialah dalam hal caranya: jika dalam peranannya sebagai penghubung ia menyampaikan informasi secara antarpribadi dan tidak selalu resmi, namun dalam peranannya sebagai juru bicara tidak selamanya secara kontak pribadi, tetapi selalu resmi.
Dalam peranannya sebagai juru bicara itu ia juga harus mengkomunikasikan informasi kepada orang-orang yang berpengaruh yang melakukan pengawasan terhadap organisasinya.
Kepada khayalak di luar organisasinya. Ia meyakinkan khalayak bahwa organisasi yang dipimpinnya telah melakukan tanggung jawab sosial sebagaimana mestinya. Ia meyakinkan pula para pejabat pemerintah bahwa organisasinya berjalan sesuai dengan peraturan sebagaimana mestinya.
3)      Peranan memutuskan.
Seorang manajer memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pengambilan keputusan dalam organisasinya. Ada empat peranan yang dicakup pada peranan ini.
1. Peranan wiraswasta. Seorang manajer berusaha memajukan organisasinya dan mengadakan penyesuaian terhadap perubahan kondisi lingkungannya. Ia senantiasa memandang ke depan untuk mendapatkan gagasan baru. Jika sebuah gagasan muncul, maka ia mengambil prakarsa untuk mengembangkan sebuah proyek yang diawasinya sendiri atau didelegasikannya kepada bawahannya.
2. Peranan pengendali gangguan. Seorang manajer berusaha sebaik mungkin menanggapi setiap tekanan yang menimpa organisasi, seperti buruh mogok, para pelanggan menghilang, dsb.
3. Peranan penentu sumber. Seorang manajer bertanggung jawab untuk memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan, siapa yang akan melaksanakan, dan bagaimana pembagian pekerjaan dilangsungkan. Manajer juga mempunyai kewenangan mengenai pengambilan keputusan penting sebelum implementasi dijalankan. Dengan kewenangan itu, manajer dapat memastikan bahwa keputusan-keputusan yang berkaitan semuanya berjalan melalui pemikiran tunggal .
4. Peranan perunding. Manajer melakukan peranan perunding bukan saja mengenai hal-hal yang resmi dan langsung berhubungan dengan organisasi, melainkan juga tentang hal-hal yang tidak resmi dan tidak langsung berkaitan dengan kekayaan. Bagi manajer, perundingan merupakan gaya hidup karena hanya ialah yang mempunyai kewenangan untuk menanggapi sumber-sumber organisasional pada waktu yang tepat dan hanya ialah yang merupakan pusat jaringan informasi yang sangat diperlukan bagi perundingan yang penting.

Proses komunikasi adalah proses yang menggambarkan kegiatan komunikasi antar manusia yang bersifat interaktif, relasional, dan transaksional dimana komunikator mengirimkan pesan kepada komunikan melalui media tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu. Sejalan dengan pendapat Gibson (1994) proses komunikasi terdiri dari lima unsur yakni: Komunikator, pesan, perantara, penerima, dan balikan. Adapun Lasswell (1984), yaitu orang pertama yang mengajukan model proses komunikasi membuat formula sebagai berikut: Siapa, mengatakan apa, bagaimana caranya, kepada siapa, dan apa hasilnya. Sementara Berlo (1960) menggambarkan proses komunikasi terdiri dari tujuh elemen yakni:
·         Sumber komunikasi
·         Pengkodean
·         Pesan
·         Saluran
·         Pendekodean
·         Penerima, dan
·         Umpan balik.
          Dalam konteks organisasi, proses komunikasi di atas yang digambarkan lewat model dapat disimpulkan bahwa, komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antarmanusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi. Komunikasi antar individu dan kelompok/tim dalam organisasi menciptakan harapan. Harapan ini kemudian akan menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban untuk mencapai tujuan bersama/ organisasi. Agar pimpinan dapat mempengaruhi dan memotivasi para pekerja/karyawan agar secara bersama-sama mewujudkan tujuan organiasasi maka perlu dikembangkan sistem komunikasi yang efektif. Apabila komunikasi efektif, ia dapat mendorong timbulnya prestasi kerja dan kemudian akan memunculkan kepuasan kerja.
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.
 
Unit Komunikasi
Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam dua keadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah hubungan antara orang-orang. Dalam suatu sistem komunikasi organisasi keadaan tsb adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi] . Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan eadaan orang tsb. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :
1. Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan [to display menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2. Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan [to intepret : menguraikan atau  memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].
          Secara teknis, seseorang tidak dapat menghindari untuk menunjukkan pesan. Apa yang anda tunjukkan atau tempatkan sehingga terlihat jelas memang merepresentasikan anda. Anda adalah “suatu pertunjukkan pesan yang berjalan”. Hal yang sama dapat diterapkan kepada kantor atau hotel anda. Kantor atau hotel adalah suatu pertunjukkan-pesan bagi mereka yang mengunjunginya.

Perilaku dan Kepuasan Konsumen.
Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku Konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasatermasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuankegiatan-kegiatan tersebut (Swastha dkk., 1997).
Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisimacam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu denganmerk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalammenyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusanpembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai denganperan masing-masing.
Peran yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator,adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu; (2)Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; (3) Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya; (4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
(1) Teori Ekonomi Mikro.
Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain;
(2) Teori Psikologis.
Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;
(3) Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
2. Tingkat Kepuasan Konsumen
Dalam peningkatan kepuasan konsumen banyak hal yang harus dipelajari khususnya dalam menyikapi pelanggan yang datang, melayani, dan memberikan fasilitas yang nyaman dirasakan.
Bartikowski dan Llosa (2002), menyatakan bahwa pelanggan yang memperoleh tingkat kepuasan tinggi diyakini akan menjadi pelanggan yang loyal, dan pelanggan loyal tidak akan berpindah sehingga memungkinkan perusahaan memperoleh laba sepanjang masa. Kotler dan Keller (2006) mendefinisikan kepuasan sebagai perasaan senang atau kecewa yang berasal dari perbandingan antara persepsi (perception) terhadap hasil (perfomance) suatu produk dengan harapannya (expectation).
Bila kinerja produk dari pengalaman mengkonsumsi berada di bawah harapannya, kondisi ini menunjukkan hal tidak puas (dissatisfied), bila sama puas (satisfied), dan bila di atas sangat puas (highlysatisfied). Konsekuensi daripada definisi ini yaitu pengukuran kepuasan didasarkan kepada kesenjangan antar harapan dan pengalaman, tanpa harus mempermasalahkan dulu dimensi maupun indikator yang dijadikan ukuran kepuasan pelanggan. Secara implisit konsep ini harus memenuhi asumsi bahwa responden sudah lebih dahulu mempunyai harapan atas barang dan jasa yang akan dikonsumsi, dan asumsi ini tidak selalu terpenuhi.

Sumber:
·         Wahyuningsih,2007. Effects of Consumer SearchBehaviour Typology on the Relationship Between Customer Sasifaction andBehavioral Intentions, Hal. 66-81. The South East Asian Journal of Management,http://seam.pascafe.ui.ac.id.
·         Kotler, Pand Keller K. L. 2006. MarketingManagement, Twelfth Edition, Perason Education International, Singapore. ( E-Book Reader)
·         Swastha Dh, Basu, danHandoko, Hani, (1997). ManajemenPemasaran Analisis Perilaku Konsumen, Edisi tiga, Yogyakarta: Liberty.