banner

Selasa, 08 April 2014

Bibliografi










·         Pengertian Bibliografi
Bibliografi (dari bahasa Yunani, bibliographia, secara harfiah "penulisan buku"), sebagai sebuah praktik, adalah buku studi akademis seperti fisik, benda-benda budaya, dalam pengertian ini, juga dikenal sebagai bibliology. Secara keseluruhan, bibliografi tidak peduli dengan isi buku-buku sastra, melainkan lebih kepada "bookness" buku.
Sebuah bibliografi, produk dari praktik bibliografi, adalah daftar sistematis buku dan karya-karya lain seperti artikel jurnal. Bibliografi berkisar dari "karya dikutip" daftar di akhir buku dan artikel untuk menyelesaikan, publikasi independen. Sebagai karya-karya yang terpisah, mereka mungkin dalam volume terikat seperti yang ditunjukkan di sebelah kanan, atau terkomputerisasi database bibliografis. Sebuah katalog perpustakaan, meskipun tidak disebut sebagai bibliografi, adalah bibliografis di alam. Bibliografi karya-karya hampir selalu dianggap sebagai sumber tersier.
Bibliografi karya berbeda dalam jumlah detail tergantung pada tujuan, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: enumerative bibliografi (juga disebut compilative, referensi atau sistematis), yang menghasilkan sebuah gambaran mengenai publikasi dalam kategori tertentu, dan analitis, atau kritis, bibliografi, yang mempelajari produksi buku. Di masa lalu, bibliografi sebagian besar terfokus pada buku. Sekarang, kedua kategori mencakup bibliografi karya-karya tersebut dalam format lain, termasuk rekaman, film dan video, objek grafis, database, CD-ROM dan website.

·         Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
1.      Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
2.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
3.      Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
4.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan tahun.

·         Cara Penyusunan Bibliografi
1.      Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
2.      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
3.      Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
4.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
5.      Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

·         Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1.      Bibliogrfi deskriptif.
Bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
2.      Bibliografi evaluatif.
Bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

·         Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.      Bibliografi retrospektif
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”.
2.      Bibliografi terkini/current.
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
3.      Bibliografi selektif.
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
4.      Bibliografi subjek.
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
5.      Biliografi nasional.
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:
1.      Permintaan pengguna.
2.      Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu.
3.      Dokumentasi koleksi yang dimiliki.
4.      Mandat instansi.

Bagian-bagian bibliografi suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari:
1.      Judul.
Berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan.
2.      Kepengarangan.
Berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi.
3.      Sumber.
Berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
4.      Data terbitan (impresium).
Berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit.
5.      Keterangan fisik buku (kolasi).
Berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
6.      Keterangan informasi.
Seperti kata kunci dan abstrak.
7.      Keterangan tambahan.
Seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.

·         Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
1.      Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
2.      Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya.
3.      Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
1.      Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
2.      Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
3.      Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu.

·         Contoh Bibliografi
1.      Buku sebagai sumber acuan.
Urutan penyebutan:
a.      Nama Pengarang
b.      Tahun Terbit
c.       Judul Buku
d.      Tempat Terbit
e.      Nama Penerbit
    Setiabudi, A.N. 1985. Cakrawala Nusantara. Jakarta : Gramedia. Depdikbud 1989. “Kisah Penulis Sebagai Pahlawan”, Jakarta : Balai Pustaka.
2.      Majalah sebagai sumber acuan.
Urutan penyebutan:
a.      Nama Pengarang
b.      Tahun terbit
c.       Judul Artikel
d.      Nama Majalah
e.      No. Majalah
f.        Bulan Terbit
    Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulis Sebagai Pahlawan” Insert Media, 12 (Desember IV). Jakarta
3.      Surat kabar sebagai acuan.
Urutan penyebutan:
a.      Nama Pengarang
b.      Tahun Terbit
c.       Judul Artikel
d.      Nama Surat Kabar
e.      Tanggal Terbit
f.        Tempat Terbit
    Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulis Sebagai Pahlawan” Poskota, 2 November 1988 . Jakarta.
4.      Antologi sebagai acuan.
Urutan penyebutan:
a.      Nama Pengarang
b.      Tahun Terbit Karangan
c.       Judul Karangan
d.      Nama Editor
e.      Judul Antologi
f.        Tempat Terbit
g.      Nama Penerbit
    Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulis Sebagai Pahlawan” Kasus Retorika Indonesia. dalam Kaswati Purwo (ed), perjuangan pejuang. Jakarta : Univ Gunadarma.
5.      Internet sebagai sumber.
Urutan penyebutan:
a.      Nama Pengarang
b.      Tahun Terbit Karangan
c.       Judul Karangan
d.      Nama Situs
e.      No. Jilid
f.        No. Tempat
g.      Alamat Situs
    Setiabudi, A.N. 1985. “Kereta maglev masa depan” Wikipedia (online), jilid 5,  No.4, (http://www.atmasetya.com, di akses 15 November 2001)

Sumber

Selasa, 18 Maret 2014

Kutipan dan Catatan Kaki




·         Kutipan
Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a.      Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
b.      Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
à Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
à Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).

Terdapat beberapa jenis kutipan, antara lain kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Berikut ini adalah penjelasannya:
a.      Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita.Kalaupun ada keraguan atau kesalahan dalam kutipan yang kita ambil tersebut kita hanya dapat memandakannya dengan [sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak bertanggung jawab jika ada kesalahan dari kutipan yang kita ambil. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.
b.      Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
·         Contoh Kutipan
·        
Berikut contoh dari kutipan langsung:
1.      Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
2.      Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
3.      Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
Berikut contoh dari kutipan tidak langsung:
1.      Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.
2.      Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3).

·         Catatan Kaki
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/ bibliografi.
Sistematika penulisan catatan kaki:
1.      Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
2.      Catatan kaki diketik berspasi satu.
3.      Diberi nomor.
4.      Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
5.      Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
6.      Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
7.      Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
8.      Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
9.      Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
10.  Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
11.  Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
12.  Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.
Tujuan pembuatan catatan kaki:
a.      Catatan kaki dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku
b.      Dapat juga sebagai penghargaan terhadap orang lain yang mungkin berjasda dalam penulisan tersebut.
c.       Dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan yang dipergunakan dalam teks.
Artikel dan  makalah pendek (kurang dari sepuluh lembar) yang tidak menggunakan catatan kaki dapat menggunakan data pustaka dalam teks. Pemikiran yang mendasari penulisan demikian, antara lain:
1.      Artikel lazim dimuat di surat kabar dan majalah popular.
2.      Ruang untuk menuliskan catatan kaki dan bibliografi terbatas.
3.      Penulis cenderung  menggunakan ragam  popular, dan lain sebagainya.
Data pustaka dalam teks digunakan dalam menulis karangan pendek, misalnya artikel di surat kabar. Data pustaka dapat  ditempatkan pada awal kutipan (saduran) dan  dapat  pula pada  akhir kutipan (saduran). Datapustaka yang dituliskan : pencipta ide, penulis buku, nama buku, tahun dan halaman.

·         Contoh Catatan Kaki
    1 Sidi Gazalba, Maut: Batas Kebudayaan dan Agama (Jakarta: Penerbit Tintamas Indonesia, 1972), 100
    2. Ibid. 150
    3 Soerjono Soekanto, “Tanggung Jawab Perdata dan Pembantu Dokter,” Kompas, 12 November 1981.
    4 Sidi Gazalba, Op.Cit., 200
    5 Loc. Cit.
Keterangan:
1.      Catatan kaki pertama, buku bersangkutan baru pertama kali dikutip, dan kutipan itu diambil di halaman 100.
2.      ibid. = ibidem — buku dan pengarang yang sama, artinya halaman 150 dan karya yang sama pada nomor satu. lni dilakukan bila buku pada catatan kaki pertama perlu dikutip lagi di halaman 150- nya (catatan kaki kedua).
3.      Jika sesudah itu karangan lain perlu dikutip, maka perlu dibuat catatan kaki selengkapnya seperti catatan kaki pertama.
Jika kemudian buku dalam catatan kaki pertama perlu dikutip lagi, maka catatan kaki perlu dibuat seperti catatan kaki keempat.
4.      Op.Cit., hlm.200. artinya Opus Citatum, yakni halaman 200 dari sebuah buku/karya yang telah dikutip sebelumnya (dalam hal ini bukunya Sidi Gazaiba).
5.      Bila kutipan yang menyusul kemudian diambil dari karya dan halaman yang sama seperti pada kutipan terakhir (catatan kaki yang keempat), maka catatan kakinya cukup disingkat dengan Loc.Cit. (Loco Citato), artinya di kutip di tempat yang sama.

·         Perbedaan Kutipan dan Catatan Kaki
Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi pada catatan kaki harus menunjuk dengan tepat tempat dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu selain pengarang dan judul.
Kutipan dan catatan kaki memiliki fungsi penggunaan yang sama yaitu sebagai penunjang / pendukung pendapat / pernyataan penulis, namun kutipan hanya digunakan untuk memperkuat pendapat penulis melalui teori – teori yang sudah ada, sedangkan catatan kaki memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu pernyataan orang lain yang digunakan yang diletakkan terpisah dari pendapat penulis.
Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan diletakkan pada diakhir halaman karena tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks. Perbedaan lebih lanjut tentang kutipan dan catatan kaki dapat dilihat pada tabel berikut:
Keterangan
Kutipan
Catatan Kaki
Gambaran Umum
Memberikan referensi singkat teori/pendapat yang digunakan penulis
Memberikan referensi dan penjelasan lebih lanjut tentang teori/pendapat yang digunakan penulis
Unsur penulisan 
(umum)
(1) Nama belakang pengarang. 
(2) Tahun penerbitan
(3) Nomer halaman.
(1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.). (2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.  (3) Nama atau nomor seri, kalau ada.  (4) Data publikasi : 
(a) Jumlah jilid, kalau ada.
(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis.
(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
(e) Tahun penerbitan. tanda kurung.
5) Nomor jilid kalau perlu.
Letak penulisan
Keterangan kutipan diletakkan di setiap akhir kutipan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks dengan penomoran. Keterangan referensi diletakkan di bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab dengan memberi batas garis.


Sumber: